Rabu, 13 April 2016

Nantikan Ku Di Batas Waktu (Bagian 3)

Hatiku sangat berbunga-bunga menerima surat ini dan aku akan membalas surat itu . Ku tuliskan semua isi hatiku pada surat itu .
"Wa'alaikumsalam Zain, alhamdulilah aku baik-baik saja ,bagaimana dengan dirimu zain ? semoga dirimu juga selalu dalam lindungan Allah aamiin :) dengan izin Allah aku pun sangat merindukan mu Zain wajah mu selalu terbayang dibenak ku zain dan aku tidak bisa menyembunyikan rasa itu sejak kita pertama bertemu .
Kau semangat ku Zain :)"
Hari-hari berikutnya kami terus saling berkirim surat dan bertemu setelah shalat maghrib . Tapi kedekatan kami ini tidak kami namai dengan ikatan pacaran karna kami berdua tau bahwa pacaran itu tidak ada dalam islam .
Tapi sudah 2 hari ini aku tidak mendengar zain mengumandangkan adzan atau melaksanakan shalat maghrib berjamaah .Mungkin Zain sakit . sepanjang jalan pulang ke pomdok aku terus memikirkan Zain Ya Rabb berdosakah hamba bila terus memikirkan seorang ikhwan yang belum halal untuk hamba ."Aisyah" ucap Arkan mengagetkan ku ."ih Arkan kamu ngagetin aja apaan sih?" ucapku sebal ."nih surat terakhir dari Zain ,maaf yah aku lupa ngasih ke kamu hehe" .
"euhh kamu nyebelin banget sih aku udah nunggu-nunggu balasannya Zain,tapi kenapa ini surat terakhir?ehh 2 hari aku gak liat Zain dia kemana sakit yah?"
"emm kamu baca deh suratnya nanti juga kamu tau udah ah aku duluan yah daahh" .
"Euhh Arkan bukan nya ucapin salam dasar". setelah sampai dipesantren aku baca surat itu .
"Assalamu'alaikum Aisyah,pujaan hati ku .Maafkan aku jika nanti dirimu tidak akan mendengar suara adzan ku lagi ,menerima surat dariku ataupun bertemu dengan ku .Aku akan meninggalkan pesantren ini dan akan pindah ke pesantren yang lebih jauh . Maafkan aku bidadari ku ini semua bukan keinginan ku ,jika kita memang  jodoh ,Allah pasti akan mempertemukan kita lagi. Ku harap kau selalu menjaga hatimu hanya untuk ku jika kau merindukan ku doa kan selalu aku dalam sujud di setiap shalatmu . Nantikan ku di batas waktu."
Tubuh ku menjadi leumas setelah membaca surat itu air mataku bercucuran melepas kepergian Zain .
Bersambung....

Minggu, 03 April 2016

Nantikan Ku Di Batas Waktu (Bagian 2)

Dan ternyata ikhwan yang ada di hadapanku ini sangat memiliki wajah yang tampan mungkinkah ini Ahmad Zain Abdullah itu?
"ya akhi terimakasih ini memang barangku"
"afwan ya ukhti , perkenalkan nama saya Ahmad Zain Abdullah teman-teman biasa memanggil saya zain"ucap nya dengan lembut ."perkenalkan saya Aisyah Az-zahra teman-teman biasa memanggil saya Aisyah"
"kalau begitu saya duluan yah Aisyah kalau ada yg melihat kita ber2an takut menjadi sebuah fitnah asssalamu'alaikum Aisyah"
"oh iyah silahkan waalaikumsalam zain".
Setelah kejadian itu aku jadi selalu memikirkan seorang ikhwan yg bernama zain ,setiap aku mengingatnya semangatku selalu bertambah .Saat aku sedang melamunkan zain tiba-tiba "Aisyah hayoh lagi ngelamunin siapa?pasti lagi ngelamunin zain yah?" ucap fatimah membuyarkan lamunanku . "ih fatimah kamu ganggu aja deh kamu kepo banget ih mau tau aja aku lagi lamunin siapa?
"Emmhh aisyah jangan bohong deh aku tau ko pasti kamu lagi ngelamunin zain , oh iyah nih ada surat" ucap fatimah membuat ku heran . "Hah surat dari siapa?"ucapku aneh .
"Ga tau lah tadi si arkan cuma nitip aja sama aku katanya suruh di kasih ke kamu tapi dia ga bilang itu dari siapa"
"ya udah aku baca deh suratnya" dan ternya isi surat itu:
"Assalamu'alaikum ya aisyah , bagaimana kabarmu saat ini? mudah-mudahan sehat dan selalu dalam lindungan Allah aamiin . Maafkan bila saya tidak sopan mengirim surat ini tapi sungguh saya sangat merindukan mu wahai aisyah , setiap malam saya selalu memikirkan mu dan saat ini dirimu telah menjadi semangat ku wahai ukhti. ku tunggu balasan mu" .

Ahmad Zain Abdullah
Ya Rabb benarkah ini surat dari zain ikhwan yg selalu aku rindukan ,ikhwan yg selalu aku pikirkan dan ternyata  dia juga merasakan apa yang hamba rasakan saat ini.
Bersambung....