"Wa'alaikumsalam Zain, alhamdulilah aku baik-baik saja ,bagaimana dengan dirimu zain ? semoga dirimu juga selalu dalam lindungan Allah aamiin :) dengan izin Allah aku pun sangat merindukan mu Zain wajah mu selalu terbayang dibenak ku zain dan aku tidak bisa menyembunyikan rasa itu sejak kita pertama bertemu .
Kau semangat ku Zain :)"
Hari-hari berikutnya kami terus saling berkirim surat dan bertemu setelah shalat maghrib . Tapi kedekatan kami ini tidak kami namai dengan ikatan pacaran karna kami berdua tau bahwa pacaran itu tidak ada dalam islam .
Tapi sudah 2 hari ini aku tidak mendengar zain mengumandangkan adzan atau melaksanakan shalat maghrib berjamaah .Mungkin Zain sakit . sepanjang jalan pulang ke pomdok aku terus memikirkan Zain Ya Rabb berdosakah hamba bila terus memikirkan seorang ikhwan yang belum halal untuk hamba ."Aisyah" ucap Arkan mengagetkan ku ."ih Arkan kamu ngagetin aja apaan sih?" ucapku sebal ."nih surat terakhir dari Zain ,maaf yah aku lupa ngasih ke kamu hehe" .
"euhh kamu nyebelin banget sih aku udah nunggu-nunggu balasannya Zain,tapi kenapa ini surat terakhir?ehh 2 hari aku gak liat Zain dia kemana sakit yah?"
"emm kamu baca deh suratnya nanti juga kamu tau udah ah aku duluan yah daahh" .
"Euhh Arkan bukan nya ucapin salam dasar". setelah sampai dipesantren aku baca surat itu .
"Assalamu'alaikum Aisyah,pujaan hati ku .Maafkan aku jika nanti dirimu tidak akan mendengar suara adzan ku lagi ,menerima surat dariku ataupun bertemu dengan ku .Aku akan meninggalkan pesantren ini dan akan pindah ke pesantren yang lebih jauh . Maafkan aku bidadari ku ini semua bukan keinginan ku ,jika kita memang jodoh ,Allah pasti akan mempertemukan kita lagi. Ku harap kau selalu menjaga hatimu hanya untuk ku jika kau merindukan ku doa kan selalu aku dalam sujud di setiap shalatmu . Nantikan ku di batas waktu."
Tubuh ku menjadi leumas setelah membaca surat itu air mataku bercucuran melepas kepergian Zain .
Bersambung....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar