Rabu, 30 Maret 2016

Nantikan Ku Di Batas Waktu (Bagian 1)

Perkenalkan teman namaku Aisyah Az-zahra . Aku seorang murid MTs sekarang aku duduk di kelas IX yaitu kelas ujian . Aku dikenal sebagai orang yang selalu ceria dan sikap ku ini kalau bisa dibilang mah maceuh .Lulus dari MTs nanti aku akan melanjutkan ke sebuah pesantren . Hari ini adalah hari yg ku tunggu-tunggu yaitu hari perpisahan disekolah , acara nya sangat ramai sekali tidak lupa sebagai moment perpisahan terakhir aku selfie-selfie bersama teman-temanku. Setelah acaranya selesai aku kembali pulang kerumah dan menghempaskan tubuhku ke sebuah kasur untuk melepas lelah . Dalam hati ku ucapkan aku sangat senang bisa lulus dari MTs ini rasa senang,sedih,bahagia kurasakan saat ini . Tiba-tiba air mata ku ini berjatuhan saat aku sadar bahwa aku harus meninggalkan sekolah itu, sebuah gedung bertingkat yg tidak akan pernah aku lupakan disanalah selama 3 thn ini aku menuntut ilmu,memiliki bnyak pengalaman dan disanalah semua kenangan-kenangan ku tersimpan bersama para sahabat,guru dll. Hari berganti hari dan akhirnya hari ini aku berangkat ke pesantren menjalani kehidupan baru disana, memamng rasa sedih itu menghampiriku ketika aku harus meninggalkan keluarga,sahabat dan semua orang .Tapi aku harus bisa bertahan dipesantren demi mencapai keRidhoan Allah . Hari pertama aku dipesantren sikapku ini berubah menjadi aisyah yang pendiam dan malu-malu . Tapi aku mencoba beradaptasi dengan lingkungan ku ini . Hari terus berganti dan aku pun semakin nyaman tinggal di pesantren,temanku pun semakin banyak . Sore yang indah angin berhenbus pelan menyapu dedaunan yg tergeletak dihalaman pesantren, setelah selesai mengaji kitab aku dan teman-teman berangkat ke sebuah masjid untuk bersiap-siap melaksanakan shalat maghrib berjamaah . Ketika aku dan teman-teman sedang asyik bercengkrama sambil menunggu adzan maghrib , akhirnya adzan maghrib pun dikumandangkan oleh seorang ikhwan yg suaranya begitu merdu sehingga menggetarkan hatiku dan membuat para akhwat terkagum-kagum pada suara adzan itu . Aku hanya bisa mengintipnya lewat celah tirai pemisah antara akhwat dan ikhwan . "Aisyah kamu ngintipin apa sih serius banget?" ucap fatimah mengagetkan ku "ihh fatimah kamu ngagetin aja deh, aku lagi ngintipin ikhwan yg ngumandangin adzan itu" ucapku malu. "cieeee kamu suka yah sama ikhwan itu"
"ihh kmu apaan sih orang aku cuma suka suaranya aja wle"
"ahh jangan bohong,kmu mau tau ga tentang ikhwan itu?"ucap fatimah membuatku penasaran.
"Emmhh boleh kayanya aku tertarik tuh haha"
"Dia itu namanya Ahmad Zain Abdullah katanya dia tuh santri paling pinter lohh dan pastinya belum punya pacar hehe"ucap fatimah menyindirku.
"Ohh gituhh,udah ah ko' jadi ngobrolin ikhwan itu buruan bangun shalat berjamaah nya udah mau mulai tuh"
Setelah selesai shalat berjamaah aku membereskan alat shalat ku krna aku orang nya lelet jadi fatimah meninggalkan ku terpaksa deh aku pulang ke ponpes sendirian . Disepanjang jalan aku terus memikirkan suara dazan itu yg memperlambat jalanku dan tidak sadar aku menjatuhkan mazmu ku tiba-tiba suara seorang ikhwan mengagetkan ku"ya ukhti engkau menjatuhkan barangmu" ya Rabb benarkah ini suara seorang ikhwan yg mengumandangkan suara adzan tadi?lalu aku membalikan badan dan ternyata ikhwan yg ada dihadapanku ini....
Bersambung.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar